Jaksa Agung Ungkap Modus dan Tuntutan Mati Kasus Sabu 2 Ton

Jaksa Agung Ungkap Modus dan Tuntutan Mati Kasus Sabu 2 Ton

definisi RTP game digital

Kejaksaan Agung mengungkap fakta persidangan yang menegaskan bahwa keenam terdakwa dalam kasus penyelundupan sabu hampir dua ton di perairan Kepulauan Riau mengetahui sepenuhnya bahwa muatan yang mereka angkut adalah narkotika. Menurut penjelasan resmi, para pelaku menyadari tindakannya saat menerima puluhan paket sabu di tengah laut.

Kesadaran Penuh Pelaku dalam Tindak Pidana

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menyatakan bahwa berdasarkan fakta persidangan, para terdakwa sadar telah menerima sekitar 67 paket atau setara dengan hampir dua ton sabu dalam operasi di laut lepas. Pengetahuan mereka tidak hanya terbatas pada penerimaan barang, tetapi juga mencakup lokasi penyimpanan narkotika di dalam kapal.

“Sebagian barang bukti disimpan di bagian haluan kapal, sementara sisanya ditempatkan di area dekat mesin kapal. Ini menunjukkan adanya kesengajaan dan pengaturan yang terstruktur,” jelas Anang dalam keterangan pers di Gedung Puspenkum Kejagung, Jakarta.

Pembayaran dan Keterlibatan Aktif ABK

Fakta persidangan juga mengungkap adanya transaksi finansial dalam operasi ini. Salah satu anak buah kapal (ABK) yang bernama Fandi Ramadhan diketahui menerima pembayaran sebesar Rp8,2 juta. Keterlibatannya bukan sekadar sebagai pekerja kapal biasa.

“Berdasarkan pembuktian di sidang, terungkap bahwa ia bekerja untuk suatu perusahaan, menerima pembayaran, mengangkut barang, dan yang terpenting, mengetahui bahwa barang yang diangkut adalah barang haram berupa narkotika,” tegas Anang.

Pertimbangan Mendalam Tuntutan Pidana Mati

Anang Supriatna menegaskan bahwa tuntutan pidana mati yang diajukan oleh jaksa penuntut umum bukanlah keputusan yang diambil secara gegabah. Tuntutan tersebut merupakan hasil pertimbangan matang yang mempertimbangkan besarnya volume barang bukti dan dampak luas yang dapat ditimbulkan oleh kejahatan ini.

“Komitmen negara untuk melindungi warga dari bahaya narkotika adalah hal yang utama. Volume hampir dua ton bukanlah jumlah yang kecil, dan operasi ini melibatkan lintas negara, menandakan bahwa kita berhadapan dengan kejahatan internasional yang dijalankan oleh sindikat terorganisir,” pungkasnya.