Kasus TPPO di Maumere: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Kawal 12 Korban

Kasus TPPO di Maumere: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Kawal 12 Korban

definisi RTP game digital

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara aktif terlibat dalam pengawalan proses hukum terkait dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan 13 wanita sebagai lady companion di Maumere, Kabupaten Sikka. Mayoritas korban dalam kasus ini diketahui merupakan warga asal Jawa Barat.

Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk mendorong kelanjutan proses hukum. Ia menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membantu menghadirkan para saksi dari wilayahnya, sesuai dengan kebutuhan dan tahapan hukum yang berlaku.

“Kami siap menghadirkan para saksi untuk datang ke Maumere mengikuti pemeriksaan dan untuk bersaksi di pengadilan nantinya,” tegas Dedi dalam pernyataannya, Rabu (25/2/2026).

Profil Korban dan Modus Penipuan

Dari total korban, 12 di antaranya merupakan warga Jawa Barat yang berasal dari berbagai daerah seperti Cianjur, Purwakarta, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat. Berdasarkan data kepolisian, rentang usia korban antara 17 hingga 26 tahun.

Yang lebih memprihatinkan, salah satu korban disebutkan telah mulai bekerja sejak berusia 15 tahun. Anak di bawah umur ini diduga direkrut dengan menggunakan dokumen identitas palsu.

Janji Palsu dan Eksploitasi

Para korban awalnya diiming-imingi dengan tawaran menggiurkan: gaji Rp 8 juta per bulan, tempat tinggal gratis, serta fasilitas pakaian dan kecantikan. Kenyataannya, situasi yang mereka hadapi jauh dari janji tersebut.

Mereka justru diharuskan membayar sewa tempat tinggal sebesar Rp 300 ribu per bulan. Untuk kebutuhan sehari-hari, mereka hanya makan sekali dalam sehari dan harus membeli air mineral seharga Rp 50 ribu dari karyawan pub tempat mereka bekerja.

Dugaan Kekerasan dan Kondisi Terkini

Para korban melaporkan bahwa mereka mengalami dugaan kekerasan, baik secara fisik maupun mental, serta pemaksaan untuk memberikan layanan seksual.

Menurut Dedi Mulyadi, saat ini kedua belas warga Jawa Barat tersebut telah kembali dan berada di Jakarta. Mereka sedang menjalani pemeriksaan kesehatan serta mengikuti pelatihan kerja sebagai bagian dari proses pemulihan dan pemberdayaan.

“Mereka tiba di Jakarta untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan mengikuti pelatihan kerja agar dapat memiliki keterampilan dan bekerja dengan baik di masa depan,” jelas Dedi.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak. “Saya ucapkan terima kasih untuk Suster Ika dan seluruh aktivis yang memberikan dukungan dan dorongan, agar masalah ini dapat diselesaikan secara tuntas melalui jalur hukum,” tandasnya.